KKN MASALAH BANGSA
Hari ini hari kemerdekaan RI yang ke 63 tahun.
Tetapi bangsa Indonesia masih dijajah KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
Sebelum KKN berhasil diberantas , kita tidak bisa memecahkan masalah apapun dengan memuaskan.
Contoh:
-Investasi oleh pengusaha dalam negeri tidak kunjung datang karena kalah bersaing dengan barang impor.
Produsen lebih untung menutup pabriknya dan berusaha terus sebagai importir barang sejenis .
Mengapa kalah bersaing?
Kita sudah lama mengetahui bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi biaya tinggi.
Harga pokok untuk barang apapun lebih tinggi daripada harga pokok yang sama buatan luar negeri.
Karena terlampau banyak pungutan liar dan terlampau banyak pemerasan oleh aparat negara (KKN).
-Investasi Luar Negeri tidak datang, karena tidak ada kepastian hukum .
Kepastian hukum tidak ada karena dari penyidikan sampai vonis hukum dijadikan ajang komersial, sehingga yang membayar lebih banyak yang menang.
Jadi penyebab tidak adanya kepastian hukum adalah KKN.
-Beberapa gelintir konglomerat jahat pemilik bank menggelapkan uang masyarakat yang disimpan dibanknya, sampai banknya bangkrut.
Pemerintah menutup bolongnya dengan menerbitkan surat utang dalam jumlah yang luar biasa besarnya.
Jadi konglomerat jahat mencuri uang rakyat yang dipercayakan kepadanya.
Dengan suap menyuap , pejabat yang berkuasa menggunakan uang rakyat hasil pajak untuk menutupinya.
Kepada konglomerat jahat diberikan Release and Discharge.
Pejabat menciptakan dalih bahwa itu semua biaya krisis, bukan akibat penggelapan!!!.
KKN telah menguras uang negara dalam jumlah besar, karena bolongnya perbankan ditutup dengan surat utang pemerintah.
Contoh-contoh tersebut dapat kita teruskan dengan masalah apa saja.
Apapun yang kita rasakan sebagai masalah , kalau kita telusuri akarnya , kita akan dihadapkan pada KKN.
Seperti apa program konkret pemberantasan KKN , yang bukan retorika, yang bukan slogan?
Tunggu tulisan saya berikutnya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar