Rabu, 18 Juni 2008

JARUM -(GROUP DJARUM)

BISNIS GROUP DJARUM

Djarum berawal dari sebuah rumah sederhana di Kudus - Jawa Tengah.
Oea Wie Gwan dan Tjurahaju mendirikan perusahaan tembakau Djarum pada 1951.
Oei sudah 30 tahun hidup di Indonesia setelah hijrah dari daratan Cina.

Nama dan logo Djarum diilhami dari jarum gramofon, karena Oei suka mendengarkan lagu dari piringan hitam.
Oei meninggal pada 1963, ketika Bambang dan Budi masih 24 dan 22 tahun.

Anak-anak muda ini mewarisi sebuah pabrik rokok , namun kemudian nyaris bangkrut karena terbakar.
Bahu membahu keduanya menegakkan kembali pabrik rokok.
Beberapa anak usaha yang menunjang produksi dan pemasaran mereka dirikan.

Grand Indonesia adalah proyek property akbar Djarum paling mutahir.
Super blok yang terdiri atas perkantoran, hotel, apartemen, dan mal di bekas hotel Indonesia pembangunannya menelan Rp 1,3 triliun.

Saham BCA dengan asset Rp 62 triliun , kini hampir separuhnya dikuasai Djarum.

Djarum menguasai 20% pangsa pasar rokok, setelah HM Sampoerna dan Gudang Garam.

Budi Hartono menjadi orang kaya nomer tiga se Indonesia dengan kekayaan Rp 18,5 triliun.
Dan bertengger diurutan ke 605 orang tajir sejagat.

1 komentar: