PENYELESAIAN UTANG SJAMSUL NURSALIM
Penyelesaian utang dilakukan dengan MSAA yang isinya:
-Dengan uang tunai sebesar Rp 1,0 triliun.
-Dengan asset sebesar Rp 27,4 triliun.
Perincian pembayaran uang tunai sebesar Rp 1,0 triliun:
-Pembayaran OHS Rp 1,2 milyar
-Pembayaran Nauta Dutihl Rp 1,7 milyar
-Pembayaran notaris,pengacara Rp 500 juta
-Dana yg berada di BDNI Rp 598,8 milyar
-Penyelesaian BDNI Rp 500 milyar
Total Rp 1,1 triliun.
Namun, BPPN menolak dengan alasan:
-Pembayaran tunai Rp 1 triliun belum diselesaikan
-Belum menyerahkan saham Gajah Tunggal, Gajah Tunggal Petrochem Industri dan Dipasena Citra Darmaja kpd Tunas Sepadan Indonesia.
-Saham "holdback asset" belum diserahkan kerekening penampung.
-Ketidak terbukaan manajemen dalam penyediaan dana.
Perincian asset sebesar Rp 27,4 triliun
terdiri dari perusahaan dengan nilai dalam Dollar AS:
-PT GT Petrochem 344.100.000
-PT Filamindo Sakti 87.000.000
-PT Sentra Sentetika 52.700.000
-PT Gajah Tunggal 176.300.000
-PT Meshindo Alloy 14.800.000
-PT Langgeng Baja Pratama 5.300.000
-PT Dipasena 1.802.400.000
Total US $2,482,600,000 = Rp 27,495 triliun
Nilai PT Dipasena US $ 1,802,400,000 sangat kontroversial !!!
Menurut Price Waterhouse Coopers nilainya adalah NOL !!!
KONDISI TAMBAK UDANG PT DIPASENA KOSONG DAN BERACUN...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar